
BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Pelaksanaan ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) berlangsung Kamis (8/5/2025).
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamsel mencatat, hingga hari ketiga, 94 peserta tidak hadir mengikuti ujian di GSG KH Ahmad Hanafiah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Bandarlampung.
Kepala BKD Lamsel, Tirta Saputra di lokasi tes, Kamis (8/5/2025) berkata, seleksi PPPK mulai sejak 6–8 Mei 2025.
Pada tahapan ini, kata Tirta Saputra, peserta mengikuti tes Computer Asisted Test (CAT). Setelah proses tes CAT, baru mengetahui jumlah peserta absen mengikuti ujian.
Tirta memaparkan, hari pertama seleksi PPPK pada Selasa (6/5) mulai dari sesi kedua dari total tiga sesi. Sesi kedua dari 299 peserta terdapat 21 orang absen. Sesi ketiga, dari 300 peserta terdapat 10 orang absen.
Kemudian, hari kedua Rabu (7/5) terdapat tiga sesi. Sesi pertama dari 300 peserta terdapat 14 orang absen, sesi kedua dari 300 peserta terdapat 17 orang absen. Sesi ketiga dari 300 peserta terdapat 21 orang absen.
Selanjutnya, hari ketiga Rabu (8/5), hanya terdapat satu sesi masuk pada sesi pertama. Pada sesi ini dari 180 peserta terdapat 11 orang absen.
“Hari ini sudah hari ketiga, jadi sudah enam sesi. Total sejak hari pertama hingga ketiga, ada 94 orang absen. Setiap sesi ada saja tak ikut seleksi. Ini berdasarkan berita acara Panselnas BKN di lokasi,” katanya.
Harus Hadir
Kepala Kantor Regional (Kanreg) V BKN Jakarta, Paryono menegaskan, seleksi kompetensi merupakan tahapan penting harus seluruh peserta seleksi PPPK ikuti.
“Hari ini tahapan penting karena kemarin sudah lulus seleksi administrasi, hari ini bisa lanjut seleksi kompetensi,” kata Paryono saat memberikan arahan kepada peserta seleksi PPPK tahap II Lamsel di UIN Raden Intan Lampung, Rabu (7/5/2025).
Ia pun mengimbau seluruh tenaga non-ASN dapat mengikuti tahapan seleksi kompetensi PPPK. Karena kata ia, kebijakannya akan diatur kemudian.
“Bila hari ini sampai ada absen, tak memiliki nilai. Jika tak miliki nilai, tak bisa diangkat menjadi PPPK. Maka harus kita syukuri hari ini bisa hadir,” ujarnya.
Menurutnya, ujian seleksi kompetensi berbasis CAT ini untuk mencari orang-orang terbaik yang akan menjadi PPPK penuh waktu.
“Jadi, untuk menjadi PPPK penuh waktu diambil nilai tertinggi, lalu formasinya juga masih tersedia. Paling tidak, kita usaha dulu hadir ikut ujian,” kata Paryono. (dul)